Pendapatan Game Lebih Banyak, Tencent Unggul dari Sony dan Microsoft



Jakarta

Baru-baru ini sebuah studi mengungkapkan, Tencent mengungguli perusahaan-perusahaan besar seperti Sony, Apple, Microsoft, dan juga Google soal pendapatannya di industri game. Mereka menduduki posisi pertama, dengan nilai pemasukan yang jauh lebih banyak.

Data ini dikeluarkan oleh Newzoo, yang mengumpulkan informasi penjualan dari masing-masing penerbit game ternama selama paruh pertama tahun 2023. Dihimpun detikINET dari situs resminya, Senin (27/11/2023), kemudian mereka membandingkannya dengan laporan tahun 2022.

Terlihat kalau di sini Sony, Apple, dan Microsoft mengalami peningkatan pada tahun ini dibanding sebelumnya. Namun itu belum cukup untuk melengserkan Tencent, yang punya pemasukan dua kali lipat dari mereka.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengacu dari data yang dibeberkan Newzoo, Sony mengalami pertumbuhan 8,7%. Dengan begitu, pendapatan game-nya pada paruh pertama 2023 bisa mencapai USD 8 miliar atau sekitar Rp 124,4 triliun.

Lalu Apple yang menempati peringkat ketiga, karena mampu menghasilkan USD 6,9 miliar atau sekitar Rp 107,3 triliun. Sedangkan Microsoft tumbuh 3,5% dibandingkan semester satu tahun 2022, sehingga yang tadinya angkanya USD 5,88 miliar atau sekitar Rp 91,4 triliun, menjadi USD 6 miliar atau sekitar Rp 93,3 triliun.

Seperti yang sudah disampaikan, meski pendapatannya sangat banyak dan meningkat, tapi belum sanggup menyaingi Tencent. Raksasa video game ini punya pemasukan lebih fantastis.

Kendati jumlahnya turun, ini masih terlalu banyak dan sulit dilampaui. Mereka tercatat menghasilkan USD 15,4 miliar atau sekitar Rp 239,5 triliun selama paruh waktu tahun 2023.

Berikut 10 perusahaan game terbesar yang punya penghasilan besar selama semester pertama 2023:

  1. Tencent – USD 15,4 miliar atau sekitar Rp 239,5 triliun
  2. Sony – USD 8 miliar atau sekitar Rp 124,4 triliun
  3. Apple – USD 6,9 miliar atau sekitar Rp 107,3 triliun
  4. Microsoft – USD 6 miliar atau sekitar Rp 93,3 triliun
  5. NetEase Games – USD 5 miliar atau sekitar Rp 77,7 triliun
  6. Google – USD 5 miliar atau sekitar Rp 77,7 triliun
  7. Activision Blizzard – USD 4,4 miliar atau sekitar Rp 68,4 triliun
  8. Electronic Arts – USD 3,8 miliar atau sekitar Rp 59,1 triliun
  9. Nintendo – USD 3,1 miliar atau sekitar Rp 48,2 triliun
  10. T2 – USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 37,3 triliun

Dari nilai tersebut, terlihat bahwa Microsoft punya peluang besar untuk merebut posisi kedua. Ini dikarenakan mereka telah mengakuisisi Activision Blizzard.

Jadi bergabungnya Activision, berdampak pada aliran dana yang masuk ke Microsoft dari sektor game. Hal ini mengingat banyak game milik Activision, yang tidak lama lagi bisa dinikmati oleh gamer Xbox maupun para member Game Pass.

Simak Video “Sony Suguhkan Game Controller Khusus Gamer Penyandang Disabilitas
[Gambas:Video 20detik]

(hps/rns)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *