Wujudkan Mimpi Main Game Berat di Mana Saja



Jakarta

Bermain game berat di mana dan kapan saja, kini bukan lagi sebuah angan. Harapan tersebut bisa dikabulkan, melalui senjata baru Lenovo yang bakal menjadi andalan kalian.

Perangkat yang dimaksud ialah Legion Go. Sebuah handheld gaming, yang punya performa menakjubkan dan mampu melahap beragam permainan.

Salah satu keunggulannya ialah memanfaatkan kekuatan prosesor AMD Ryzen 8-Core berbasis Zen 4 dengan grafis AMD RDNA. Tapi pertanyaannya, apakah benar hanya itu saja kehebatannya?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Review Legion Go

Legion Go punya performa yang tak main-main. Jeroannya yang menjadi alasan, mengapa ia dapat memberikan pengalaman bermain game luar biasa.

Supaya tidak penasaran, berikut review singkat Legion Go, sebagaimana pengalaman detikINET menjajalnya langsung.

1. Desain

Lenovo punya alat tempur baru bagi gamer yang ingin main game di mana dan kapan saja. Namanya Legion Go, dan berikut ini review singkatnya.Legion Go. Foto: (Septian Eko Prabowo/detikINET)

Meski punya performa menakjubkan, akan tetapi tampilan tetap menjadi pusat perhatian. Di sini Legion Go punya bentuk yang terbilang elegan.

Balutan warna hitam di seluruh bagian, sukses membuatnya terlihat seperti itu. Hal ini juga didukung oleh lekukan bodinya yang cukup sederhana, tapi di satu sisi membuatnya tampak oke juga.

Desainnya mirip dengan handheld gaming pada umumnya. Sisi kanan dan kiri dilengkapi dengan dua controller, yang memiliki begitu banyak tombol.

Jelas setiap tombol punya fungsi berbeda, akan tetapi tidak disangka akan sebanyak ini. Mari mulai dari controller sebelah kanan terdapat tombol ABXY, Legion R (menu pengaturan cepat), analog, dan trackpad.

Pada menu pengaturan cepat, penggunanya dapat menyesuaikan resolusi, refresh rate yang ingin digunakan, kecerahan layar, volume, dan lain sebagainya.

Untuk controller sebelah kiri terdapat analog, tombol Legion L (akses masuk ke Legion Space), D-Pad (arah), start, dan select. Nah tombol Legion Space akan membawa penggunanya masuk ke dalam hub berisikan rentetan platform gaming seperti Epic Games, Steam, Game Pass, GOG, Ubisoft Connect, dan masih ada lagi lainnya.

Itu belum termasuk tombol tambahan seperti RT, RB, LT, LB, M series, dan Y series. Semuanya memiliki kegunaan berbeda ketika digunakan di dalam permainan.

Lanjut di bagian atas ada sistem pendingin, tombol volume suara, USB4, slot microSD card, jack audio 3,5 mm, thermal fin dan tombol power. Sedangkan di bawahnya hanya terdapat satu lubang USB4 saja.

Pindah ke sisi belakang, Lenovo membuat lubang-lubang kecil thermal holes. Di bawahnya ditempatkan sebuah kickstand, yang fungsinya jelas untuk membuat perangkat ini bisa berdiri dalam keadaan horizontal.

Untuk bobotnya tergolong cukup berat ya. Jika hanya layarnya saja, maka beratnya 640 gram. Sedangkan apabila controller dipasang, beratnya bertambah menjadi 854 gram.

2. Layar

Lenovo mengumumkan tiga perangkat gaming terbarunya, yakni Legion 9i, Legion Go, dan Legion Glasses. Berikut penampakannya yang begitu menggoda.Legion Go. Foto: (Panji Saputro/detikINET)

Untuk layarnya berukuran 8,8 inci dengan resolusi QHD 2560×1600. Meski sebenarnya refresh rate yang disuguhkan bisa mencapai 144 Hz, akan tetapi gamer juga dapat mengaturnya di 60 Hz.

Menariknya layar ini sudah dilapisi oleh Gorilla Glass. Dengan begitu bisa meminimalisir gesekan yang tidak diinginkan, akibat kuku atau benda kecil lainnya.

Nah tingkat kecerahan Legion Go hingga 500 nits. Jadi akan tetap terasa nyaman, ketika gamer bermain game atau menonton film di luar ruangan.

Mengingat layarnya layar sentuh, maka ketika dua controller Legion Go dilepas, maka perangkat ini bisa menjelma seperti tablet.

Selanjutnya Fitur dan Ketangguhan Legion Go…



Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *